Friday 25 June 2021

Lebih Cerdik Klarifikasi Dan Prinsip-Prinsip Pembelajaran Tematik Terpadu Dalam Implementasi Kurikulum 2013 Sd/Mi

Sahabat Edukasi yang sedang berbahagia...

Pembelajaran tematik terpadu yang diterapkan di SD dalam kurikulum 2013 berlandaskan pada Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 wacana Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah yang menyebutkan, bahwa “Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi, maka prinsip pembelajaran yang dipakai dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu.” Pelaksanaan Kurikulum 2013 pada SD/MI dilakukan melalui pembelajaran dengan pendekatan tematik-terpadu dari Kelas I hingga Kelas VI.

1.   Pendekatan pembelajaran tematik terpadu diberikan di sekolah dasar mulai dari kelas I hingga dengan kelas VI.

2.   Pendekatan yang dipergunakan untuk mengintegrasikan kompetensi dasar dari banyak sekali mata pelajaran yaitu; intra-disipliner, inter-disipliner, multi-disipliner dan trans-disipliner.

Intra Disipliner yakni Integrasi dimensi sikap, pengetahuan dan keterampilan secara utuh dalam setiap mata pelajaran yang integrasikan melalui tema.

Inter Disipliner yaitu menggabungkan kompetensi dasar-kompetensi dasar beberapa mata pelajaran semoga terkait satu sama lain ibarat yang tergambar pada mata pelajaran IPA dan IPS yang diintegrasikan pada banyak sekali mata pelajaran lain yang sesuai. Hal itu tergambar pada Struktur Kurikulum SD untuk Kelas I-III tidak ada mata pelajaran IPA dan IPS tetapi muatan IPA dan IPS terintegrasi ke mata pelajaran lain terutama Bahasa Indonesia.

Multi Disipliner yakni pendekatan tanpa menggabung-kan kompetensi dasar sehingga setiap mapel masih mempunyai kompetensi dasarnya sendiri. Gambaran tersebut yakni IPA dan IPS yang bangun sendiri di kelas IV-VI.

Trans Disipliner yakni pendekatan dalam penentuan tema yang mengaitkan banyak sekali kompetensi dari mata pelajaran dengan permasalahan yang ada di sekitarnya.

3.   Pembelajaran tematik terpadu disusun menurut adonan banyak sekali proses integrasi banyak sekali kompetensi.

4.   Pembelajaran tematik terpadu diperkaya dengan penempatan mata pelajaran Bahasa Indonesia sebagai penghela/alat/media mata pelajaran lain.

5.   Penilaian dilakukan dengan mengacu pada indikator masing-masing Kompetensi Dasar dari masing-masing mata pelajaran.

Pembelajaran tematik terpadu menyajikan konsep-konsep dari banyak sekali mata pelajaran yang terdapat pada Kompetensi Dasar (KD) KI-3 dan juga keterampilan yang tergambar pada KD KI-4 dalam suatu proses pembelajaran. 

Implementasi KD KI-3 dan KD KI-4 diperlukan akan menyebarkan banyak sekali perilaku yang merupakan cerminan dari KI-1 dan KI-2. Melalui pemahaman konsep dan keterampilan secara utuh akan membantu penerima didik dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Pembelajaran tematik terpadu yakni pembelajaran tepadu yang memakai tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga sanggup menunjukkan pengalaman bermakna kepada penerima didik. Tema yakni pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan (Poerwadarminta, 1983).

Penggunaan tema diperlukan akan menunjukkan banyak keuntungan, di antaranya:

1.   Peserta didik gampang memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu,
2.   Peserta didik bisa mempelajari pengetahuan dan menyebarkan banyak sekali kompetensi dasar antar mata pelajaran dalam tema yang sama;
3.   Peserta didik memahami bahan pelajaran lebih mendalam dan berkesan;
4.   Peserta didik sanggup dapat mempunyai kompetensi dasar lebih baik, alasannya yakni mengkaitkan mata pelajaran dengan pengalaman pribadi penerima didik;
5.   Peserta didik bisa lebih mencicipi manfaat dan makna mencar ilmu alasannya yakni bahan disajikan dalam konteks tema yang jelas;
6.   Peserta didik lebih agresif mencar ilmu alasannya yakni sanggup berkomunikasi dalam situasi nyata, untuk menyebarkan suatu kemampuan dalam satu mata pelajaran sekaligus mempelajari mata pelajaran lain;
7.   Guru sanggup menghemat waktu alasannya yakni mata pelajaran yang disajikan secara tematik sanggup dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan, waktu selebihnya sanggup dipakai untuk acara remedial, pemantapan, atau pengayaan.

Secara pedagogis pembelajaran tematik menurut pada eksplorasi terhadap pengetahuan dan nilai-nilai yang dibelajarkan melalui tema sehingga penerima didik mempunyai pemahaman yang utuh. Peserta didik diposisikan sebagai pengeksplorasi sehingga bisa menemukan hubungan-hubungan dan pola-pola yang ada di dunia nyata dalam konteks yang relevan. Pembelajaran tematik dimaksudkan untuk menyebarkan banyak sekali kemampuan, keterampilan dan perilaku yang diperoleh melalui proses pembelajaran tematik terpadu ke dalam konteks dunia nyata yang di bawa kedalam proses pembelajaran secara kreatif.

Prinsip-prinsip Pembelajaran Tematik Terpadu

Pembelajaran tematik terpadu mempunyai prinsip-prinsip sebagai berikut:

1.   Peserta didik mencari tahu, bukan diberi tahu.
2.   Pemisahan antar mata pelajaran menjadi tidak begitu nampak. Fokus pembelajaran diarahkan kepada pembahasan kompetensi melalui tema-tema yang paling bersahabat dengan kehidupan penerima didik.
3.   Terdapat tema yang menjadi pemersatu sejumlah kompetensi dasar yang berkaitan dengan banyak sekali konsep, keterampilan dan sikap.
4.   Sumber mencar ilmu tidak terbatas pada buku.
5.   Peserta didik sanggup bekerja secara berdikari maupun berkelompok sesuai dengan karakteristik acara yang dilakukan
6.   Guru harus merencanakan dan melakukan pembelajaran semoga sanggup mengakomodasi penerima didik yang mempunyai perbedaan tingkat kecerdasan, pengalaman, dan ketertarikan terhadap suatu topik.
7.   Kompetensi Dasar mata pelajaran yang tidak sanggup dipadukan sanggup diajarkan tersendiri.
8.   Memberikan pengalaman pribadi kepada penerima didik (direct experiences) dari hal-hal yang nyata menuju ke abstrak.

No comments:

Post a Comment