Mengurai tema peringatan hardiknas 2018 – Menarik kiranya untuk mencermati tema Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2018 yang dicetuskan oleh pemerintah. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Efendy telah mencetuskan tema Hardiknas tahun ini, “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan” ketika membuka Pekan Peringatan Hardiknas di Daerah spesial Yogyakarta beberapa waktu lalu.
Logo dan tema Hardiknas 2018 (kemdikgo.id)
Penguatan pendidikan Indonesia sejalan dengan Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Ini menunjukan bahwa pendidikan tidak semata menjalankan proses pembentukan intelektual (kecerdasan) pada individu penerima didik. Lebih dari itu yaitu menguatkan potensi abjad anak didik sehingga mereka berbudi pekerti mulia.
Disadari memang, intelektual yang manis belum berarti banyak jikalau tidak diiringi dengan perilaku dan tingkah laris yang terpuji pada diri anak. Keluhan masyarakat dan orangtua wacana kepribadian anak selama ini, perlu diakui bahwa forum pendidikan belum efektif menjalankan misi untuk membuatkan potensi abjad anak.
Ada anak yang cukup cerdas namun kepribadiannya tidak sesuai dengan perilaku dan tingkah laris sebagai seorang murid. Kurang menghormati orangtua di rumah maupun guru di sekolah. Di lingkungan masyarakat berbuat sesuka hati tanpa mengindahkan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat tersebut.
Pendidikan di sekolah sejatinya tidak semata menjalankan proses berorientasi pencapaian sasaran kurikulum. Guru merasa puas ketika sasaran kurikulum tercapai. Menyampaikan bahan pelajaran sebanyak dan seluas mungkin kepada penerima didik. Sekolah menjadi terkenal dengan nilai rata-rata ujiannya tinggi alasannya yaitu semua guru sukses mencapai sasaran kurikulum.
Sebaliknya, justru kurikulum itu sendiri bergotong-royong mempunyai potensi membentuk abjad konkret pada diri penerima didik. Pengintegrasian nilai-nilai abjad konkret ke dalam mata pelajaran akan lebih berarti daripada pencapaian sasaran kurikulum belaka.
Melalui peringatan Hardiknas, pesan itulah yang hendak ditularkan kepada manusia pendidikan. Menguatkan pendidikan Indonesia berarti menguatkan sistem dan proses pencerdasan intelektual serta perilaku dan tingkah laris penerima didik menjadi lebih optimal.
Lembaga pendidikan berperan penting dalam memajukan kebudayaan Indonesia. Peran tersebut sanggup terwujud melalui kurikulum muatan lokal di forum sekolah. Kurikulum ini berpotensi untuk memajukan budaya tempat melalui konsep kearifan lokal.
Memang, sulit membendung imbas globalisasi yang memungkinkan masuknya budaya-budaya gila yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Namun demikian, forum pendidikan selalu menjembatani penerima didik dengan globalisasi budaya sehingga penerima didik sanggup menyeleksi budaya baik yang masuk ke Indonesia.
Menguatkan pendidikan, memajukan kebudayaan juga mengingatkan semoga forum sekolah, pemerintah dan masyarakat untuk saling bersinergi. Masalah pendidikan dan kebudayaan tidak semata dibebankan ke forum sekolah. Tetapi juga perlu kolaborasi orangtua, masyarakat, sekolah dan pemerintah dalam mewujudkan misi tersebut.
Diharapkan, semua unsur terkait dengan pendidikan dan kebudayaan tidak hanya sekadar membuat jargon-jargon eksklusif. Justru implementasinya yang lebih penting sesuai dengan tugas dan fungsi unsur-unsur dimaksud.
3 Kekuatan untuk memperbaiki kinerja dunia pendidikan – Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di SMPN 2 Lintau Buo berlangsung hidmad, Rabu (02/05/18). Sementara itu pelaksana upacara bendera yaitu anggota Passusbra dibawah binaan R.Hidayartullah, A.Md.Kom.
Pembina upacara membacakan sambutan tertulis mendikbud RI pada peringatan Hardiknas di SMPN 2 Lintau Buo (Rahid S/matrapendidikan.com)
Jab Sri Arinda, S.Pd bertindak selaku pembina upacara dan dalam amanatnya Waka Kurikulum SMPN 2 Lintau Buo ini membacakan sambutan tertulis Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Efendy.
Dalam sambutan tertulisnya, Muhadjir Efendy mengingatkan kembali Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang dicanangkan oleh Presiden RI Djoko Widodo. Untuk menerapkan gerakan tersebut dibutuhkan Program Penguatan pendidikan huruf (PPK) yang diundangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017.
Program ini menerima proteksi dari masyarakat luas sehingga telah diimplementasikan dalam banyak sekali kegiatan ditengah masyarakat.
Muhadjir Efendy mengajak semua manusia pendidikan dan kebudayaan untuk mencontoh konsep tripusat pendidikan yang telah diterapkan oleh Kihajar Dewantoro, Bapak Pendidikan Indonesia..
Konsep Tripusat Pendidikan yaitu model sinergisitas penerapan pendidikan anak di lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat. Ketiga lingkungan pendidikan ini saling bersinergi dalam membuatkan pendidikan huruf dan literasi warga.
Tripusat pendidikan harurs menjadi lahan subur dalam penyemaian nilai-nilai religius, kejujuran, kerja keras, dan gotong royong. Oleh lantaran itu pemahaman dan kesadaran manusia pendidikan dan kebudayaan sangat dibutuhkan dalam memacu percepatan pengutan pendidikan huruf dan literasi masyarakat.
Penguatan pendidikan huruf dan literasi masyarakat menjadi ruh dalam meningkatkan kinerja pendidikan dan kebudayaan di negeri ini kata Mendikbud RI dalam sambutan tertulisnya.
Seperti yang telah dipublikasikan pada artikel sebelumnya, Hardiknas 2018 dimeriahkan dengan banyak sekali kegiatan di setiap forum sekolah. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, peringatan Hardiknas ditandai dengan Pekan Peringatan Hardiknas yang telah dibuka oleh Mendikbud RI di Daerah spesial Yogyakarta.
Memperbaiki kinerja dunia pendidikan memang harus bertumpu pada 3 kekuatan pendidikan, yaitu sekolah, rumah dan masyarakat. Masalahnya kini yaitu bagaimana konsep yang telah dibuat sedemikian rupa dalam memperbaiki kinerja dunia pendidikan sanggup diimplementasikan dalam praktik pendidikan sehari-hari.
Semoga! Selamat Hari pendidikan Nasional, 2 Mei 2018.
3 Kekuatan untuk memperbaiki kinerja dunia pendidikan – Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di SMPN 2 Lintau Buo berlangsung hidmad, Rabu (02/05/18). Sementara itu pelaksana upacara bendera yaitu anggota Passusbra dibawah binaan R.Hidayartullah, A.Md.Kom.
Pembina upacara membacakan sambutan tertulis mendikbud RI pada peringatan Hardiknas di SMPN 2 Lintau Buo (Rahid S/matrapendidikan.com)
Jab Sri Arinda, S.Pd bertindak selaku pembina upacara dan dalam amanatnya Waka Kurikulum SMPN 2 Lintau Buo ini membacakan sambutan tertulis Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Efendy.
Dalam sambutan tertulisnya, Muhadjir Efendy mengingatkan kembali Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang dicanangkan oleh Presiden RI Djoko Widodo. Untuk menerapkan gerakan tersebut dibutuhkan Program Penguatan pendidikan huruf (PPK) yang diundangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017.
Program ini menerima proteksi dari masyarakat luas sehingga telah diimplementasikan dalam banyak sekali kegiatan ditengah masyarakat.
Muhadjir Efendy mengajak semua manusia pendidikan dan kebudayaan untuk mencontoh konsep tripusat pendidikan yang telah diterapkan oleh Kihajar Dewantoro, Bapak Pendidikan Indonesia..
Konsep Tripusat Pendidikan yaitu model sinergisitas penerapan pendidikan anak di lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat. Ketiga lingkungan pendidikan ini saling bersinergi dalam membuatkan pendidikan huruf dan literasi warga.
Tripusat pendidikan harurs menjadi lahan subur dalam penyemaian nilai-nilai religius, kejujuran, kerja keras, dan gotong royong. Oleh lantaran itu pemahaman dan kesadaran manusia pendidikan dan kebudayaan sangat dibutuhkan dalam memacu percepatan pengutan pendidikan huruf dan literasi masyarakat.
Penguatan pendidikan huruf dan literasi masyarakat menjadi ruh dalam meningkatkan kinerja pendidikan dan kebudayaan di negeri ini kata Mendikbud RI dalam sambutan tertulisnya.
Seperti yang telah dipublikasikan pada artikel sebelumnya, Hardiknas 2018 dimeriahkan dengan banyak sekali kegiatan di setiap forum sekolah. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, peringatan Hardiknas ditandai dengan Pekan Peringatan Hardiknas yang telah dibuka oleh Mendikbud RI di Daerah spesial Yogyakarta.
Memperbaiki kinerja dunia pendidikan memang harus bertumpu pada 3 kekuatan pendidikan, yaitu sekolah, rumah dan masyarakat. Masalahnya kini yaitu bagaimana konsep yang telah dibuat sedemikian rupa dalam memperbaiki kinerja dunia pendidikan sanggup diimplementasikan dalam praktik pendidikan sehari-hari.
Semoga! Selamat Hari pendidikan Nasional, 2 Mei 2018.
Karnaval tk harapan pangian berlangsung meriah – Puluhan siswa Taman Kanak-kanak (TK) Harapan Nagari Pangian Kecamatan Lintau Buo melakukan acara karnaval. Rombongan karnaval dilepas secara resmi oleh Camat Lintau Buo, Zulkifli, S.Sos di halaman Taman Kanak-kanak setempat, Kamis (03/05/18).
Iring-iringan akseptor karnaval siswa Taman Kanak-kanak Harapan Nagari Pangian (Rahid.S/matrapendidikan.com)
Pawai semi alegoris siswa Taman Kanak-kanak yang didampingi orangtua siswa tersebut diiringi oleh drumband SDN 01 Pangian. Seperti diinfokan kontributor matrapendidikan.com, Rahid Sikumbang melalui akun facebook messenger, para siswa mengenakan beraneka ragam pakaian tabiat dari banyak sekali kawasan di Indonesia.
Hal ini sesuai dengan tema Peringatan Hardiknas Tahun 2018 yang ditetapkan oleh pemerintah, Menguatkan pendidikan, memajukan Kebudayaan. Salah satu upaya forum pendidikan untuk memperkenalkan kepada anak semenjak dini kebudayaan orisinil kawasan dalam rangka memajukan kebudayaan Indonesia.
Selain itu siswa Taman Kanak-kanak juga mengenakan seragam dari banyak sekali profesi menyerupai guru, polisi, tentara, dokter, perawat dan lain sebagainya. Tujuannya untuk menumbuhkan motivasi anak untuk rajin berguru guna mencapai cita-citanya di masa datang.
Fakhira Ayunda dengan pakaian anak daro dikala karnaval Taman Kanak-kanak Harapan Pangian (Rahid.S/matrapendidikan.com)
Lebih jauh Rahid Sikumbang juga menginfokan, arak-arakan siswa Taman Kanak-kanak Harapan Nagari Pangian pimpinan Ibuk Wirtati Rahayu, S.Pd ditimpa oleh hujan deras di tengah perjalanan di sekitar Jorong Koto Kaciak.
“Anak-anak berteduh di rumah-rumah warga sekitar jalan yang dilewati,” kata Rahid Sikumbang yang kebetulan bersama istri, Srita Marlina, ikut mendampingi anaknya, Fakhira Ayunda dalam karnaval tersebut.
Dengan acara karnaval anak usia pra sekolah ini dibutuhkan akan tumbuh generasi gampang yang berkarakter, menyayangi kebudayaan sebagai kearifan lokal serta mempunyai kebijaksanaan pekerti luhur sebagaimana tujaun pendidikan nasional.
Melanjutkan kemana tamat sd/mi? – Meskipun hasil ujian sekolah berstandar nasional (USBN) belum diumumkan namun tamatan SD/MI sudah sanggup mendaftar ke jenjang sekolah berikutnya. Bahkan sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah tempat (Pemda), sebagiannya sudah menuntaskan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2018/2019.
Ilustrasi tamatan SD (pixabay.com)
Lalu, melanjutkan ke mana tamat SD? Anak sekolah zaman sekarang, tampaknya sudah berakal mengincar sekolah yang akan mereka tuju untuk melanjutkan sekolah. Mereka sudah menerima info dari guru di sekolah bahkan dari media info yang ada.
Disinilah tugas orangtua dalam memfasilitasi harapan dan kemauan anak untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Orangtua tidak memaksakan kehendak atau bahkan memaksa anak untuk sekolah di tempat itu atau di tempat ini.
Jika terjadi perbedaan harapan dan kemauan antara orangtua dengan anak, maka orangtua perlu memperlihatkan masukan dan pertimbangan yang logis dalam menentukan sekolah untuk anak.
Sebagai contoh, anak mau masuk ke Sekolah Menengah Pertama Unggulan di kota. Orangtua sudah sanggup membaca peta kemampuan anak melalui rapor hasil berguru minimal selama 5 semester terakhir. Jika anak berkeinginan masuk ke sekolah tersebut, orangtua perlu mengetahui dan menjelaskan kepada anak wacana persyaratan masuk ke sekolah tersebut.
Seorang anak berprestasi di sekolah dan punya keterampilan membaca al qur’an, mungkin lebih pas masuk ke madrasah ataupun pesantren untuk pengembangan potensi akademik dan non akademik yang dimiliki anak.
Namun jikalau anak tersebut menentukan untuk masuk sekolah umum (SMP), orangtua perlu mendukungnya. Kemana pun anak mau melanjutkan pendidikan tamat SD, yang terpenting ialah kemauan dan harapan anak itu sendiri.
Disini tidak dikatakan semua sekolah itu sama. Tidak. Setiap sekolah mempunyai layanan pendidikan dan reputasi tidak sama. Ada sekolah yang menonjol di bidang akademik, non akademik, namun ada pula kedua-duanya.
Orangtua perlu juga mengetahui apakah suatu sekolah sudah memperlihatkan layanan pendidikan kekinian atau belum. Memilih sekolah untuk anak tamatan SD tentulah sekolah yang sesuai dengan keinginan, abjad dan potensi yang dimiliki anak.
Siswa yang diterima di smpn 5 batusangkardiumumkan besok– Sekitar 180-an orangtua siswa diperkirakan dagdig dug der…, menunggu hasil seleksi PPDB Tahun 2018/2019 di SMPN 5 Batusangkar. Pasalnya, Selasa besok hasil tes seleksi masuk ke SMPN 5 Batusangkar akan diumumkan.
Arnisa, orangtua salah seorang akseptor tes masuk SMPN 5 Batusangkar membenarkan bahwa dirinya memang sedikit was was. Pasalnya, meskipun anaknya termasuk siswa berprestasi di kecamatan, menerima reward dari Pemerintah Daerah Tanah Datar Studi Banding ke Malaysia dan Singapura 2017 lalu, itu belum menjamin anaknya diterima di sekolah unggulan di Tanah Datar tersebut.
“Keberhasilan siswa diterima di sekolah unggul itu tergantung pada hasil TPA dan test mata pelajaran. Sementara yang mengikuti tes PPDB itu bawah umur yang beprestasi juga di kota Batusangkar dan sekitarnya sehingga persaingan untuk lolos semakin ketat,” katanya kepada matrapendidikan.com.
Seperti diinfokan sebelumnya, SMPN 5 Batusangkar Tahun Pelajaran 2018/2019 akan mendapatkan akseptor didik gres sebanyak 72 orang yang dibagi ke dalam 3 Rombel. Masing-masing Rombel terdiri dari 24 orang siswa. Dari sebanyak 72 orang itu, satu orang di antaranya sudah dinyatakan lulus melalui jalur prestasi hafal 3 juz ayat al qur’an.
Dari 182 orang akseptor tes, yang akan diterima hanya 71 orang. Dengan demikain sekitar 100 lebih calon siswa harus berkemas-kemas untuk mendaftar masuk SMP/MTs lain.
Seperti diketahui, SMPN 5 Batusangkar yakni sekolah unggul dan dikelola oleh Pemerintah Daerah Tanah Datar. Sampai kini sudah banyak menorehkan prestasi gemilang dalam bidang akademik maupun non akademik. Baik tingkat kabupaten, provinsi maupun tingkat nasional.
Optimalisasi tik sebagai upaya kebangkitan pendidikan kaum disabilitas - Pendidikan sebagaimana tercantum dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sisdiknas merupakan perjuangan sadar dan terpola untuk mewujudkan suasana berguru dan proses pembelajaran. Usaha yang memerlukan pemikiran dan perencanaan yang matang untuk mencapai tujuan.
Tujuan yang hendak dicapai ialah biar penerima didik sanggup membuatkan potensi dirinya secara aktif guna memperoleh banyak sekali kekuatan yang dibutuhkan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Kekuatan dimaksud antara lain spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, moral mulia serta kekuatan keterampilan.
Berkaitan dengan definisi di atas, pendidikan mencakup pengajaran keahlian khusus dan sesuatu yang tidak sanggup dilihat dengan kasat mata namun lebih mendalam yaitu pinjaman pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan.
Saat ini, jumlah kaum Disabilitas (Disability) seluruh dunia mencapai 1 milyar jiwa atau 12% dari jumlah penduduk dunia dan 80 % diantaranya berada di negara berkembang. Menurut catatan Kementrian Sosial RI, pada tahun 2011jumlah penyandangdisabilitas di Indonesia mencapai 7 juta orang atau sekitar 3% dari total penduduk di Indonesia yang berjumlah di 238 juta.
Menurut UU No.4 Tahun 1997 Tentang Penyandang Cacat, penyandang cacat didefinisikan sebagai setiap orang yang mempunyai kelainan fisik dan/atau mental, yang sanggup mengganggu atau merupakan rintangan dan kendala baginya untuk melaksanakan secara selayaknya, yang terdiri dari penyandang cacat fisik, penyandang cacat mental, penyandang cacat fisik dan mental.
Pendidikan bagi anak harus diberikan secara merata tanpa memandang kondisi dan status dari penerima didiknya. Hal ini dimaksudkan biar anak yang mempunyai keterbatasan fisik maupun mental, menyerupai anak berkebutuhan khusus, sanggup memperoleh pendidikan dengan kualitas yang sama dengan anak pada umumnya.
Dengan adanya pemerataan pendidikan yang meluas, baik dalam hal kualitas maupun kuantitas, wawasan dan ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh setiap anak sanggup juga dimiliki oleh anak dengan kebutuhan khusus seperti penderita tunanetra.
Pendidikan bagi anak dengan kebutuhan khusus sudah diprogramkan oleh pemerintah. Pemerintah telah menyusun suatu aktivitas bagi anak dengan kebutuhan khusus menyerupai berikut:
#Perencanaan pembelajaran dan pengorganisasian siswa
Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan ialah sebagai berikut:
a).Menetapkan bidang-bidang atau aspek problema berguru yang akan ditangani. Apakah seluruh mata pelajaran, sebagian mata pelajaran, atau hanya belahan tertentu dari suatu mata pelajaran.
b).Menetapkan pendekatan pembelajaran yang akan dipilih termasuk planning pengorganisasian siswa, apakah bentuknya berupa pelajaran remedial, penambahan latihan-latihan di dalam kelas atau luar kelas, pendekatan kooperatif, atau kompetitif, dan lain-lain.
c).Menyusun aktivitas pembelajaran individual.
#Pelaksanaan pembelajaran
Selanjutnya, guru melaksanakan aktivitas pembelajaran serta pengorganisasian siswa berkelainan dalam kelas reguler sesuai dengan rancangan yang telah disusun dan ditetapkan pada tahap sebelumnya.
Sudah tentu pelaksanaan pembelajaran harus senantiasa diadaptasi dengan perkembangan dan kemampuan anak, tidak sanggup dipaksakan sesuai dengan sasaran yang akan dicapai oleh guru. Program tersebut bersifat fleksibel.
#Pemantauan kemajuan berguru dan evaluasi
Sebagai upaya mengetahui keberhasilan guru dalam membantu mengatasi kesulitan berguru anak, perlu dilakukan pemantauan secara terus menerus terhadap kemajuan dan/atau bahkan kemunduran berguru anak.
Jika anak mengalami kemajuan dalam belajar, pendekatan yang dipilih guru perlu terus dimantapkan, tetapi jikalau tidak terdapat kemajuan, perlu diadakan peninjauan kembali, baik mengenai isi dan pendekatan program, maupun motivasi anak yang bersangkutan untuk memperbaiki kekurangan-kekurangannya.
Dengan demikian diharapkan pada akibatnya semua problema berguru anak, secara sedikit demi sedikit sanggup diperbaikisehingga anak terhindar dari kemungkinan tidak naik kelas atau bahkan putus sekolah.
#Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi
Selain aktivitas dari pemerintah, urgensi optimalisasi terhadap pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam membangkitkan pendidikan bagi kaum disabilitas juga sangat diperlukan.
Hal inilah yang seharusnya dijadikan solusi untuk mengatasi permaslahan penyandang disabilitas di Indonesia.
Meskipun jumlah penyandang disabilitas di Indonesia sangat banyak, tetapi pada kenyataannya perhatian masyarakat dan juga pemerintah sendiri sangat minim terkait pengembangan kemampuan penyandang cacat dengan memanfaatkan tugas TIK.
Buktinya, di Indonesia banyak sekali Sekolah Luar Biasa (SLB) maupun sekolah Inklusifyang kemudahan teknologinya sangat minim.
Padahal jikalau dilihat dari segi potensinya, TIK mempunyai andil yang cukup besar dalam peningkatan kualitas pendidikan untuk penyandang cacat.
Aspek cakupan teknologi begitu luas, sehingga dengan pengolahan dan pengembangan yang sebaik-baiknya akan didapat produk-produk baik berupa alat, media pembelajaran, maupun situs-situs yang bisa dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran bagi penyandang disabilitas dan sebagai media bentuk kepedulian terhadap mereka.
Dengan mengetahui hal ini, harapannya semakin banyak orang yang mengerti terhadap perkembangan teknologi dan peduli terhadap kaum disabilitas, akan berdampak pada kemajuan pendidikan kaum disabilitas.
Sudah saatnya dengan optimalisasi teknologi menjadi salah satu sarana tonggak kebangkitan pendidikan untuk kaum disabilitas, sebab pada hakekatnya pendidikan itu ialah hal yang fundametal dan perlu didapatkan oleh setiap insan. Penulis : *Achmad Muslichun(Kurikulum dan Teknologi Pendidikan)
Sosisalisasi dan bimtek pendidikan keluarga di smpn 2 lintau buo - SMPN 2 Lintau Buo ditunjuk oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar menjadi tuan rumah Pelaksana Sosialisadi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendidikan Keluarga di Kecamatan Lintau Buo. Kegiatan sosialisasi dan Bimtek tersebut berlangsung sehari, Kamis (9/8).
Pejabat dari Dinas Dibud Tanah Datar Buka sosialisasi dan bimtek pendidikan keluarga (jab SA/matrapendidikan.com)
Kegitan yang dibuka oleh pejabat dan nara sumber dari Dinas Dikbud Tanah Datar ini dihadiri oleh kepala sekolah mulai dari PAUD, TK, SD dan Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Lintau Buo.
Sebagai tuan rumah, acara sosialisasi dan Bimtek juga dihadiri orangtua/wali murid kelas VII beserta wali kelasnya serta pengurus Komite SMPN 2 Lintau Buo.
Kegiatan Sosialisasi dan Bimtek Pendidikan Keluarga merupakan Program Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Dirjen Paud dan Dikmas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar.
Dari banyak sekali pembicara pada kesempatan itu sanggup ditarik benang merah bahwa Program Sosialisasi dan Bimtek Pendidikan Keluarga bertujuan untuk mengingatkan kembali pihak sekolah, keluarga dan masyarakat dalam rangka penumbuhan huruf dan budaya berprestasi pada anak.
Peserta Sosialisasi dan Bimtek sedang menyanyikan lagiu Indonesia Raya (Jab SA/matrapendidikan.com)
Dalam Sosialisasi dan Bimtek Pendidikan Keluarga memang difokuskan pada forum pendidikan sekolah. Dengan hadirnya para kepala sekolah, wali kelas dan orangtua/wali murid dibutuhkan sanggup ditularkan di forum sekolah masing-masing wacana pentingnya menjalin kawan dengan pihak keluarga dan masyarakat.
Keharmonisan antara pihak sekolah, pihak keluarga dan masyarakat berpeluang besar tumbuhnya huruf faktual dan budaya berprestasi bagi anak. Akan tetapi tumbuhnya huruf faktual perlu penyesuaian sikap dan sikap faktual baik di sekolah, di rumah maupun di lingkungan masyarakat.
Aplikasi buku induk siswa SD Sekolah Menengah Pertama format excel. Buku Induk merupakan salah satu sarana pengolahan data siswa pada forum pendidikan di semua tingkatan. Karena itu Aplikasi Buku Induk format file excel yang dapat anda download gratis ini untuk mempermudah pengelohan data siswa di Lembaga anda.
Jangan khawatir, aplikasi buku induk ini menyerupai ini banyak di publikasikan di web/blog tapi banyak sheet/cell yang di protect oleh empunya, sehingga anda tidak dapat mengedit sana-sini kecuali anda membeli versi premium.
Nah untuk yang satu ini tidak ada istilah sheet yang di protect / password, sehingga anda dapat dengan leluasa mengedit sesuka hati. Tapi jangan hingga mengubah rumus dan link yang ada di aplikasi ini. Oke bagi yang berminat silahkan download dibawah ini:
Cara penggunaan Pada bab sheet cetak halaman 1 dan 2, harus di print out semua. Karena nilai yang muncul di halaman 2 mengekor pada halaman 1 (berdampingan). Makara tidak dapat anda hanya mencetak halaman 2 saja (rekap nilai), halaman 1 juga harus dicetak (identitas siswa).
Untuk mata pelajaran silahkan edit lagi menyesuaikan dengan sekolah masing-masing. Caranya gampang, coba perhatikan gambar berikut:
Pada sheet nilai, silahkan anda edit kolom mata pelajaran, menyerupai yang aku tandai diatas.
Dan pada halaman cetak 2 anda edit menyesuaikan dengan urutan mata pelajaran yang ada di sheet nilai.
Update 2016 Saya sudah update aplikasi buku induk siswa ini, baik untuk Sekolah Menengah Pertama atau SD. Silahkan simak pada link dibawah ini:
Aplikasi Buku Tabungan Siswa Format Excel. Kali ini saya menciptakan Aplikasi Buku Tabungan Sekolah untuk siswa gratis dengan konsep yang sama dengan Aplikasi Buku Induk Siswa, ialah memakai format excel. Aplikasi ini saya buat khusus untuk menangani dan memudahkan pihak sekolah khususnya para guru, wali kelas atau petugas yang bertanggung jawab dalam menangai uang tabungan siswa pada sebuah sekolah.
Secara global, aplikasi ini masih tetap mempunyai fungsi yang sama ialah untuk membantu pihak sekolah dalam mengelola tabungan sekolah para siswa-siswinya. Mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah lanjutan sanggup memakai aplikasi ini.
Dengan memakai Aplikasi Tabungan Sekolah maka dibutuhkan proses manajemen tabungan yang dikelola oleh sekolah-sekolah mempunyai data yang lebih akurat dan sanggup mengurangi kesalahan dalam proses manajemen tabungan.
Bisa anda bayangkan, bagaimana ribetnya mengurus tabungan siswa kalau anda lakukan secara manual, mulai dari proses penyetoran, penarikan uang, pembuatan laporan bahkan penutupan tabungan yang dilakukan nasabah / siswa pada tamat tahun ajaran. Sungguh pekerjaan yang melelahkan dan memakan waktu yang lumayan. Tapi dengan memakai Aplikasi Tabungan Siswa dengan memakai sistem komputer, semua kesulitan tersebut sanggup di atasi.
Oke sebelum anda download aplikasi ini, sebaiknya simak dulu yang berikut ini supaya lebih gampang menggunakannya.
Supaya lebih aman, saya sengaja protect dengan password rahasia, baik pada sheet atau pada ketika masuk. kalau ingin mengubahnya, klik bottom pojok kiri atas > Prepare > Encrypt Document. silahkan anda ubah dengan password yang gampang anda ingat.
Pada kolom Kelas dan Nama Siswa, cukup mengisi sheet Bulan Juli (lihat menu/halaman depan) dan untuk bulan selanjutnya akan terisi otomatis.
Nah, mungkin hanya itu saja dari saya. Perlu diketahui bahwa buku tabungan ini saya buat untuk tabungan beku hingga tamat tahun pelajaran, jadi tidak ada sheet penarikan.
Aplikasi Buku Kas Umum / keuangan bendahara Sekolah dan madrasah. Pendidikan merupakan investasi, dengan demikian semoga pendidikan mencapai sasaran yang diharapkan diharapkan pengelolaan yang efektif dan efisien. Pengelolaan pembiayaan pendidikan mencakup pengaturan penerimaan, pengalokasian dan pertanggungjawaban keuangan. Tidak sanggup disangkal bahwa faktor utama untuk meningkatkan kualitas pendidikan yaitu pembiayaan.
Komponen keuangan sekolah merupakan komponen produksi yang memilih terlaksananya aktivitas belajar-mengajar bersama komponen-komponen lain. Agar efektif, laporan yang disajikan harus dibentuk secara sempurna waktu, terperinci dan konsisten. Laporan yang disajikan dengan pengetahuan dan kebutuhan pemakai semoga sanggup dipakai sebagai pertimbangan didalam pengambilan keputusan.
Aplikasi buku kas sekolah ini sengaja aku buat simple dalam format excel untuk memenuhi kebutuhan sekolah dalam mengelola kemudian lintas keuangan yang dibutuhkan oleh sekolah yang sanggup anda download secara gratis. Dengan demikian, pertimbangan utama yaitu keseimbangan antara manfaat dan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh isu tersebut.
Jika ingin mempublikasikan aplikasi ini di blog anda, harap mencantumkan link sumbernya.
Demikian artikel membuatkan dari perihal Download gratis aplikasi buku kas umum sekolah, selebihnya silahkan anda unduh dibawah ini:
KTSP berfungsi sebagai pedoman penyelenggaraan aktivitas pembelajaran untuk mencapai kompetensi yang meliputi tiga domain sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang harus terintegrasi, serta sanggup menggambarkan kesesuaian dan kekhasan kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan penerima didik.
KTSP Dikelola dengan Mekanisme:
Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan berpusat pada kepentingan penerima didik dan lingkungannya.
Beragam dan terpadu
Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
Relevan dengan kebutuhan kehidupan
Menyeluruh dan berkesinambungan
Belajar sepanjang hayat
Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan kawasan untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
Kurikulum 2013 merupakan pengembangan kurikulum 2006
Kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dalam K-2006 secara terpadu dalam K-13 terjadi perubahan.
Fokus perubahan empat standar: Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses,dan Standar Penilaian
Konsekuensi: ada pembiasaan beban belajar, penguatan proses, pendalaman dan ekspansi materi, penataan teladan pikir, dan tata kelola
Mengembangkan keseimbangan antarapengembangan perilaku spiritual dan sosial, rasa ingin tahu, kreativitas, kolaborasi dengan kemampuan intelektual dan psikomotorik
Sekolah merupakan bab dari masyarakat yang menunjukkan pengalaman berguru bersiklus dimana penerima didik menerapkan apa yang dipelajari di sekolah ke masyarakat dan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar
Mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan serta menerapkannya dalam aneka macam situasi di sekolah dan masyarakat
Memberi waktu yang cukup leluasa untuk menyebarkan aneka macam sikap, pengetahuan, dan keterampilan
Kompetensi dinyatakan dalam bentuk kompetensi inti kelas yang dirinci lebih lanjut dalam kompetensi dasar mata pelajaran
Kompetensi inti kelas menjadi unsur pengorganisasi (organizing elements) kompetensi dasar, dimana semua kompetensi dasar dan proses pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi yang dinyatakan dalam kompetensi inti
Kompetensi dasar dikembangkan didasarkan pada prinsip akumulatif, saling memperkuat (reinforced) dan memperkaya (enriched) antar matapelajaran dan jenjang pendidikan (organisasi horizontal dan vertikal).
Struktur KTSP (kurikulum tingkat satuan pendidikan) merupakan teladan dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh penerima didik dalam kegiatan pembelajaran. Muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri merupakan bab integral dari struktur kurikulum pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
1. Mata Pelajaran Terdiri atas sejumlah mata pelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai kelas X hingga dengan kelas XII.
Pengorganisasian kelas-kelas pada MA dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelas X merupakan aktivitas umum yang diikuti oleh seluruh penerima didik, kelas XI dan XII merupakan aktivitas penjurusan yang terdiri atas tiga aktivitas yaitu aktivitas IPA, IPS, dan Bahasa. Jumlah mata pelajaran di kelas X minimal 16 mata pelajaran, kelas XI dan XII minimal 13 mata pelajaran
2. Muatan Lokal Berisi tentang: Jenis, Strategi Pemilihan dan pelaksanaan muatan lokal yang diselenggarakan oleh sekolah. Dalam pengembangannya mempertimbangkan hal-hal sbb:
Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler yang bertujuan untuk menyebarkan kompetensi sesuai dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah.
Substansinya sanggup berupa aktivitas keterampilan produk dan jasa, Contoh:
Bidang Budidaya: Tanaman hias, tanaman obat, sayur, pembibitan ikan hias dan konsumsi, dll.
Bidang Pengolahan: Pembuatan abon, kerupuk, ikan asin, baso dll.
Bidang TIK dan lain2: Web desain, berkomunkasi sebagai guide, akuntansi komputer, kewirausahaan dll.
3. Pengembangan Diri Bertujuan memperlihatkan kesempatan kepada penerima didik untuk menyebarkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, bakat, minat penerima didik, dan kondisi sekolah. Dapat dilaksanakan dalam bentuk kegiatan:
Bimbingan konseling, (kehidupan pribadi, sosial, kesulitan belajar, karir ), dan atau
Ekstra kurikuler, Pengembangan kreativitas dan kepribadian penerima didik, seperti: Kepramukaan, Kepemimpinan, Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) .
4. Pengaturan Beban Belajar Berisi perihal jumlah beban mencar ilmu per mata pelajaran, per ahad per semester dan per tahun pelajaran yang dilaksanakan di sekolah, sesuai dengan alokasi waktu yang tercantum dalam struktur kurikulum.
Sekolah sanggup mengatur alokasi waktu untuk setiap mata pelajaran pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun pelajaran sesuai dengan kebutuhan, tetapi jumlah beban mencar ilmu per tahun secara keseluruhan tetap.
5. Ketuntasan Belajar Berisi perihal kriteria ketuntasan minimal (KKM) per mata pelajaran yang ditetapkan oleh sekolah dengan mempertimbangkan hal-hal sbb:
Ketuntasan mencar ilmu untuk setiap indikator yaitu 0 – 100 %, dgn batas kriteria ideal minimum 75 %.
Sekolah harus memutuskan kriteria ketuntasan minimal (KKM) per MP dengan mempertimbangkan kemampuan rata-rata penerima didik, kompleksitas dan daya dukung.
Sekolah sanggup memutuskan KKM di bawah batas kriteria ideal, tetapi secara sedikit demi sedikit harus sanggup mencapai kriteria ketuntasan maksimal (100%).
6. Kenaikan Kelas, Kelulusan, Rekrutmen, dan Mutasi Berisi perihal kriteria dan prosedur kenaikan kelas dan kelulusan, serta taktik penanganan penerima didik yang tidak naik atau tidak lulus yang diberlakukan oleh sekolah. Program disusun mengacu pada hal-hal sebagai berikut:
Panduan kenaikan kelas yang disusun oleh Dit. Pembinaan terkait
Ketentuan kelulusan diatur secara khusus dalam peraturan tersendiri.
Rekrutmen dan Mutasi penerima didik diatur secara khusus dalam peraturan sekolah atau Mapenda setempat
7. Penjurusan Berisi perihal kriteria dan prosedur penjurusan serta strategi/kegiatan penelusuran bakat, minat dan prestasi yang diberlakukan oleh sekolah, yang ditentukan dengan mengacu pada panduan penjurusan yang disusun oleh Direktorat terkait.
8. Pendidikan Kecakapan Hidup
Bukan mata pelajaran tetapi substansinya merupakan bab integral dari semua mata pelajaran.
Tidak masuk dalam struktur kurikulum secara khusus.
Dapat disajikan secara terintegrasi dan atau berupa paket/modul yang direncanakan secara khusus.
9. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global
Program pendidikan yang dikembangkan dengan memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global.
Substansinya meliputi aspek: Ekonomi, Budaya, Bahasa, TIK, Ekologi, dan lain-lain, yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi penerima didik.
Dapat merupakan bab dari semua mata pelajaran yang terintegrasi, atau menjadi mapel Mulok.
Dapat diperoleh penerima didik dari satuan pendidikan formal lain dan atau satuan pendidikan nonformal.
OLEH: Dr. Cholisotul Hamidah, M.Pd. Universitas Negeri Malang
Contoh Instrumen Pelaksanaan Penyusunan KTSP. Pengembangan KTSP dilaksanakan oleh TPK, Kepala Sekolah, Komite Sekolah, dan Guru, serta pengawas pembina dengan pendampingan atau bimbingan dan kerjasama Dinas Pendidikan Kab./Kota, Dinas Pendidikan Provinsi, LPMP atau Dinas/Instansi lain yang terkait. Kerjasama dengan dinas/instansi terkait sanggup dilakukan untuk menambah atau memperkaya muatan KTSP sesuai dengan karakteristik sekolah.
KTSP yang telah disusun dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab oleh setiap pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah yang bersangkutan, dengan terlebih dahulu disosialisasikan kepada seluruh warga sekolah sehabis divalidasi oleh Dinas Pendidikan Kab./Kota dan Dinas Pendidikan Provinsi.
Kegiatan di Sekolah secara teknis dikoordinasikan oleh TPK Sekolah berhubungan dengan Komite Sekolah dan Pengawas Pembina sekolah, serta Dinas Pendidikan Kab./Kota.
Penyusunan KTSP dilaksanakan paling lambat satu bulan sebelum tahun pelajaran baru, dimulai dengan mengevaluasi KTSP tahun sebelumnya menyerupai yang dijelaskan di BAB III. Alur acara tersebut secara umum sanggup digambarkan menyerupai gambar diatas.
Kegiatan koordinasi merupakan acara yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kab./Kota dan Provinsi berupa bimbingan dalam penyusunan KTSP dengan acara antara lain; 1) Penentuan jenis dan strategi pelaksanaan muatan lokal; 2) Penentuan agenda penyusunan dan pendampingan; 3) Perumusan kalender pendidikan.
Kegiatan supervisi berupa verifikasi dan validasi KTSP oleh TPK Dinas Pendidikan Kab./Kota dan validasi oleh Dinas Pendidikan Provinsi dengan memakai instrumen menyerupai yang dijelaskan di BAB III.
Selain itu, sekolah melaksanakan penilaian KTSP secara berkesinambungan dan terencana yang dilakukan oleh sekolah (guru, Kepala Sekolah, dan Komite Sekolah) minimal satu semester dua kali untuk Dokumen 1, dan oleh guru matapelajaran yang melaksanakan penilaian dan revisi RPP sesuai kebutuhan.
Pada tahun pelajaran 2013-2014 sejumlah 1.270SMA ditunjuk sebagai pelaksana Kurikulum 2013 khusus untuk kelas X, sehingga semua Sekolah Menengan Atas ini berkewajiban untuk meng-implementasikan semua peraturan yang berkaitan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 sebagai Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasinya.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) disusun sebagai materi pola dalam pelaksanaan proses pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional yang pada tahun Pelajaran 2013-2014 bagi 1.270 Sekolah Menengan Atas harus meliputi dua kurikulum, adalah kurikulum 2006 dan 2013.
Selain itu, pengembangan KTSP juga harus mempertimbangkan prinsip pengembangan dan karakteristik kurikulum yang berlaku, sehingga menunjang kepada pelaksanaan proses pendidikan yang maksimal. Proses pendidikan tersebut harus sanggup berbagi potensi penerima didik sehingga mencapai perkembangan yang seimbang antara kebutuhan fisik, psikis, dan spritual yang meliputi domain sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Model Pengembangan KTSP ini disusun sebagai salah satu materi untuk membantu pelaksana atau TPK sekolah dalam menyusun KTSP sesuai dengan kondisi dan karakteristik sekolahnya masing-masing. Untuk selanjutnya, kritikan dan saran demi peningkatan dan perbaikan sangat diharapkan.
Belajar siswa yang afektif meliputi nilai emosi, semangat, minat dan sikap. Dalam banyak hal pelajar mungkin tidak menyadari berguru afektif. Proses berguru afektif meliputi dasar yang merupakan bentuk dari sikap, emosi, semangat, minat dan sikap individu (mental).
Berkenaan dengan hal-hal tersebut diatas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses berguru afektif.
Sikap dan nilai sering diperoleh melalui proses identifikasi dari orang lain dan bukan hasil dari berguru langsung.
Pelajar sanggup dibantu semoga lebih matang dengan cara membantu mereka mengenal dan memahami sikap, peranan dan emosi. Penghargaan terhadap sikap, perasaan dan putus asa sangat perlu untuk membantu pelajar memperoleh pengertian diri dan kematangannya.
Hampir semua aspek kehidupan mengandung aspek afektif.
Bagaimana para pelajar mengikuti keadaan dan memberi reaksi terhadap situasi akan memberi dampak dan efek terhadap proses berguru afektif.
Suatu waktu, nilai-nilai yang penting yang diperoleh pada masa kanak-kanak akan menempel sepanjang hayat. Nilai, sikap dan perasaan yang tidak berubah akan tetap menempel pada keseluruhan proses perkembangan.
Sikap lebih gampang dibuat alasannya yakni pengalaman yang menyenangkan.
Nilai-nilai yang ada pada diri individu dipengaruhi oleh standar sikap kelompok.
Proses berguru di sekolah dan kesehatan mental mempunyai relasi yang erat. Pelajar yang mempunyai kesehatan mental yang baik akan sanggup berguru lebih gampang daripada yang mempunyai masalah.
Belajar afektif sanggup dikembangkan atau diubah melalui interaksi guru dengan kelas.
Kelola akun operator EMIS (Education Management Information System) Pendis Kementerian Agama RI, dimana setiap sekolah wajib mendaftar sebab akun ini sebagai sarana untuk meng-upload data emis setiap forum pendidikan. Disamping itu data emis juga akan menjadi pola pemerintah sentra atau daerah, untuk menawarkan segala jenis dukungan dana ke sekolah. Mulai dari dukungan dana BOS (bantuan operasional sekolah), BSM (bantuan siswa miskin), pembangunan lokal sekolah. Bahkan (katanya) pencairan tunjangan sertifikasi atau profesi juga akan berpedoman pada data emis yang telah di upload ke sistem.
Terlepas dari hal itu, ketika ini masih banyak operator yang masih belum mendaftarkan sekolahnya, dengan aneka macam hambatan yang dialaminya. Ada sebab kesalahan sistem, gagal upload SK, sudah daftar tapi belum aktif, bahkan ada yang sudah gagal beberapa kali. Jika anda belum mempunyai akun ini, segera daftar ulang.
Nah, kalau akun anda sudah aktif, sekilas saya akan menjelaskan beberapa fitur dasbor pada akun operator emis, saya anggap anda sudah masuk/login.
Pengelola data: ketika ini belum tersedia sebab belum dibuka upload data
Cari operator: disini anda dapat mengecek operator lain, atau mungkin akun anda untuk sekolah lain, tinggal memasukkan email kemudian cari atau enter.
Profil operator: anda dapat mengubah data langsung anda yang mungkin ada kesalahan ketik waktu mendaftar. Saran saya, gunakan data anda sesuai dengan identitas asli, jangan menggunakan nama samaran atau lainnya ibarat akun media umum anda.
Unggah SK: mungkin juga ada kesalahan, anda dapat upload ulang SK.
Foto profil: saya yakin anda sudah mengerti, hanya saja sama ibarat poin 3, gunakan foto terbaru anda. Kenapa? hanya antisipasi saja, khawatir ada problem kedepan.
Ubah password: anda juga dapat mengubah password. Sayangnya ketika ini masih belum ada fitur "lupa password" pada ketika masuk/login, sehingga kalau kita tidak dapat login, ya tidak dapat reset password. Kemarin saya sempat bicara soal ini ke admin kabupaten, mudah-mudahan dapat di tindak lanjuti.
Ups... hampir lupa saya. Ada fitur buka tutup di sebelah kanan atas, tombol gerigi warna hitam. Silahkan pilih tampilan dasbor anda.
Jika ada perhiasan atau perubahan, saya akan update disini.
Itu saja dari saya, kalau ada pertanyaan, jangan sungkan silahkan berkomentar dibawah. Terima kasih supaya bermanfaat...
EMIS (Education Management Information System) menjadi sumber utama rujukan data di lingkup Ditjen Pendidikan Islam, baik di sentra maupun daerah. Yang Menjadi Objek Pendataan EMIS Pada Pendidikan Madrasah adalah: Pengawas Madrasah dan Lembaga RA dan Madrasah.
Komponen Data EMIS RA/Madrasah Tahun Pelajaran 2014/2015 Meliputi:
Profil Lembaga
Detail Data Personal (PTK)
Detail Data Siswa
Detail Data Lulusan
Profil Lembaga Variabel data di dalam komponen “Profil Lembaga”, antara lain:
Data Identitas Lembaga : NSM, NPSN, Nama Lembaga, Status Lembaga, Status Akreditasi, SK Akreditasi, Alamat, Dokumen Perijinan (SK Ijin Operasional/SK Ijin Pendirian), Titik Koordinat Bumi, Identitas Kepala Madrasah, dll.
Data jumlah personal (PTK), siswa dan lulusan.
Data jumlah sarana dan prasarana yang dimiliki RA/madrasah.
Detail Data Personal (PTK) Variabel data di dalam komponen “Detail Data Personal”, antara lain:
Identitas Lembaga Tempat Tugas : NSM, Nama Lembaga, Status Lembaga, Alamat, dll.
Identitas Personal : Nama Personal, NIP, NUPTK, No. KTP, Tempat Tanggal Lahir, Jenis Kelamin, Nama Ibu Kandung.
Pendidikan Terakhir, Status Pegawai, Inpassing, Golongan, TMT, Status Penugasan Utama dan Tugas Tambahan.
Informasi sertifikasi, dukungan profesi pendidik dan dukungan fungsional guru Non-PNS.
Detail Data Siswa Variabel data di dalam komponen “Detail Data Siswa”, antara lain:
Identitas Lembaga Tempat Belajar : NSM, Nama Lembaga, Status Lembaga, Alamat, dll.
Identitas Siswa : NIS Lokal, NISN, Nama Siswa, Tempat Tanggal Lahir, Jenis Kelamin, Kelas, Status Siswa, Asal Sekolah, Alamat Tempat Tinggal.
Informasi Orangtua Siswa : No. KK, Nama Ayah & Ibu, Pekerjaan Ayah & Ibu, Pendidikan Ayah & Ibu, Penghasilan Orangtua.
Informasi BSM : Status Menerima BSM, Alasan Pemberian BSM, No. KPS, No. BSM, No. Kartu PKH.
Detail Data Lulusan Variabel data di dalam komponen “Detail Data Lulusan”, antara lain:
Identitas Lembaga Tempat Belajar : NSM, Nama Lembaga, Status Lembaga, Alamat, dll.
Identitas Lulusan : NIS Lokal, NISN, Nama Lulusan, Tempat Tanggal Lahir, Jenis Kelamin.
Informasi Nilai Ujian : Total Nilai Ujian, Rata-rata Nilai Ujian.
Lamanya Waktu Menyelesaikan Pendidikan.
Jenis Pendidikan Lanjutan.
Pemutakhiran Data EMIS Semester Genap TP 2014/2015 Updating data emis Untuk Pengawas Madrasah, Lembaga RA dan Madrasah (MI, MTs dan MA) Semester Genap TP 2014/2015 memakai 3 jenis instrumen :
Format Data Excel : media input/update detail data personal, siswa dan lulusan.
Aplikasi Desktop EMIS : untuk membantu proses validasi data.
Aplikasi EMIS berbasis web : untuk media pengiriman/upload data.
Update 2015/2016 Form pendataan emis semester ganjil 2015/2016 untuk semua tingkatan dapat anda download pada link dibawah ini sesuai kebutuhan.
Bidang penilaian atau penilaian pendidikan merupakan aspek yang tidak kalah penting untuk dikembangkan di masa depan. Salah satu kompetensi yang harus dikuasai seorang guru yakni keterampilan dalam merancang dan melakukan penilaian, baik yang menyangkut ranah sikap (afektif), pengetahuan (kognitif), dan keterampilan (psikomotorik).
Berdasarkan fakta yang ada, masih banyak guru termasuk Guru PAI yang masih perlu dilatih dalam bidang penilaian pendidikan, khususnya penilaian sikap.
Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas Guru PAI dalam memahami banyak sekali kompetensi yakni pemberdayakan KKG PAI yang ada di kabupaten/kota KKG merupakan kelompok kerja atau musyawarah guru yang difungsikan sebagai wadah untuk menyebarkan profesionalisme guru.
Kelompok ini dipandang sangat strategis dan perlu terus diberdayakan guna terwujudnya guru yang professional. Oleh alasannya yakni itu, Direktorat Pendidikan Agama Islam Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama memprogramkan pemberdayaan KKG PAI dengan keinginan meningkatnya motivasi para guru PAI dalam pengembangan kompetensi dan profesionalisme.
Agar kiprah KKG sebagai kelompok atau organisasi profesional maksimal maka harus diberdayakan pada segala bidang, menyerupai dari segi pengelolaan atau management, perencanaan program, pelaksanaan program, penilaian program, pengembangan program, dan seni administrasi training GPAI, sehingga sebagai kepanjangan tangan Kementerian Agama dalam Sosialisasi Kebijakan Pemerintah menjadi lebih bermakna.
Melihat kiprah KKG PAI SD tingkat Kab/Kota sangat strategies dalam upaya pengembangan dan peningkatan kompetensi guru PAI SD, maka Direktorat Pendidikan Agama Islam, Ditjen Pendidikan Islam merasa perlu untuk memberi support kepada organisasi profesi tersebut biar lebih berdaya dan memberi pencerahan kepada KKG PAI SD biar lebih berfungsi dan berperan sebagaimana mestinya, yaitu melalui Pemberian Dana Bantuan Pemberdayaan KKG PAI SD Tingkat Kabupaten/Kota.
Pertama Keberadaan KKG PAI SD tingkat Kab/Kota di seluruh Indonesia hingga dengan ketika ini belum berfungsi dan berperan sebagaimana yang diharapkan. Kendalanya, antara lain KKG tidak mempunyai sumber pendanaan yang bisa menggerakkan agenda maupun acara yang telah dibentuk masing-masing. KKG juga pada umumnya tidak mempunyai sarana, peralatan, maupun media pembelajaran yang diharapkan untuk menunjang kegiatan-kegiatan dalam KKG.
Kedua Peraturan Pemerintah RI No. 55 Tahun 2007 Bab II Pasal 2 perihal Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan mengamanatkan biar pengelolaan Pendidikan Agama Islam bisa membentuk insan Indonesia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta berakhlak mulia dan bisa menjaga kedamaian dan kerukunan hubungan intra dan antar umat beragama.
Pendidikan Agama Islam juga diharapkan bisa mewujudkan berkembangnya kemampuan penerima didik dalam memahami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Agama Islam yang menyelaraskan penguasaan dalam ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Sesuai amanat pasal 3, dinyatakan bahwa setiap satuan pendidikan pada semua jenjang dan jenis pendidikan wajib menyelenggarakan pendidikan agama. Dan pada Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 16 Tahun 2010 bab ketiga pasal 3 ayat 2 yang lain disebutkan bahwa setiap penerima didik pada sekolah berhak memperoleh pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya.
Ketiga Untuk mewujudkan tujuan dan fungsi Pendidikan Agama Islam (PAI) di SD perlu dipersiapkan suatu pengelolaan PAI yang betul-betul terencana, terarah, sesuai kebutuhan dan potensi sekolah, sehingga berdampak positif terhadap hasil berguru penerima didik.
Pengelolaan hasil pembelajaran PAI yang berkualitas dipengaruhi oleh banyak sekali faktor di antaranya : kurikulum, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, tata kelola, dan penerima didik itu sendiri. Dari sekian banyak faktor, pendidik atau guru yakni faktor yang paling dominan, alasannya yakni dalam proses pembelajaran guru atau pendidik merupakan subject dan pelaku utamanya.
Keempat Peran dan fungsi guru dalam system dan proses pendidikan sangat penting. Karena itu, Undang-undang No. 14 Tahun 2005 perihal guru dan dosen mensyaratkan biar guru pada setiap satuan pendidikan minimal berkualifikasi S.1 atau D.4.
Di samping itu, guru wajib lulus mengikuti agenda sertifikasi untuk memastikan bahwa guru tersebut professional. Bagi guru PAI yang sudah berkualifikasi S.1 dan sudah lulus sertifikasi, pada tahap berikutnya mempunyai kewajiban untuk setiap ketika meningkatkan wawasan, pengetahuan, dan kompetensinya sehingga terjamin kinerjanya tetap baik sesuaidengan kebutuhan dan perkembangan.
Kelima Secara eksplisit tujuan pendidikan nasional begitu luas, ideal, dan nuansa agamisnya sangat kuat. Hal tersebut, memposisikan pentingnya PAI, sekaligus menempatkan guru agama khususnya guru mata pelajaran PAI di SD pada peran, fungsi, tugas, dan tanggungjawab yang relative lebih berat dibanding guru mata pelajaran lainnya.
Pembelajaran PAI tidak hanya sekedar menawarkan pengetahuan, tetapi lebih dari itu harus bisa menanamkan dan membiasakan sikap, karakter, kepribadian, dan prilaku terpuji. Karena itu pula, guru PAI perlu mempunyai kesadaran dan keikhlasan yang lebih pula untuk menjalankan instruksi etiknya sebagai guru, terutama kesadaran untuk menyebarkan dan meningkatkan mutu profesinya baik dilakukan secara sendiri-sendiri atau bahu-membahu dengan guru PAI lainnya.
Keenam Peraturan Menteri Agama RI Nomor : 16 Tahun 2010 perihal Pengelolaan Pendidikan Agama di Sekolah, mengamanatkan biar guru agama (PAI) mempunyai sejumlah kompetensi yang mencakup 6 (enam) kompetensi, yaitu : Kompetensi pedagogic, Kompetensi kepribadian, Kompetensi sosial, Kompetensi professional, Kompetensi kepemimpinan, dan Kompetensi spiritual. Dengan adanya kompetensi tersebut, diharapkan guru Pendidikan Agama Islam tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer of knowledge, tetapi juga sebagai qudwah hasanah yang digugu dan ditiru sikap dan perilakunya sebagai cerminan pengejawantahan nilai-nilai fatwa Islam.
Ketujuh ecara kuantitas jumlah Guru PAI SD yang berstatus PNS dan Non PNS, secara nasional kurang lebih ada 127.797 orang. Secara kualitas, kondisi Guru PAI ketika ini pada umumnya relatif masih rendah, dan harus terus ditingkatkan. Kualitas yang dimaksud, antara lain wawasan dan kompetensi sebagai Guru PAI, serta kompetensi dalam menyebarkan RPP, menyebarkan materi ajar, implementasi pembelajaran, dan kemampuan mendesain instrumen penilaian pembelajaran.
Dengan diberlakukannya kebijakan pemerintah perihal Kurikulum-2013 ketika ini, guru dituntut haruslebih kreatif, inovatif, dan profesional. Guru harus bisa mendesain perencanaan, melakukan dan menciptakan penilaian yang lebih baik dibanding dengan guru masa kemudian sebelum diberlakukannya Kurikulum-2013.
Kedelapan Direktorat Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama RI secara teknis telah menetapkan bahwa perlu ada agenda berkelanjutan perihal training terhadap guru PAI SD terkait dengan peningkatan wawasan dan kompetensinya yang diformat sesuai dengan tujuan pembelajaran PAI, kebutuhan guru PAI, dan juga situasi, kondisi, dan potensi yang berkembang di sekolah. Program training berkelanjutan dimaksud yakni pemberian pertolongan operasional dalam rangka memberdayaan dan pencerahan bagi KKG PAI SD tingkat Kab/Kota.